gaya penulisan sains

Gaya Penulisan Sains 


Berikut perbandingan gaya penulisan sains vs gaya bahasa biasa, dengan contoh dari naskah Obelas (sebelumnya Yobelas). Tujuannya agar Bapak dapat menyunting naskah agar lebih ilmiah, lugas, dan profesional.


πŸ“Œ 1. Struktur Kalimat: Lugas dan Fungsional


Aspek Gaya Biasa (kurang ilmiah) Gaya Sains (ilmiah)

Panjang kalimat Cenderung panjang, banyak anak kalimat Pendek, satu gagasan per kalimat

Subjek Sering tersirat atau tidak jelas Jelas, biasanya diawali subjek (model, data, hasil)

Kata kerja Kata kerja umum (bisa, mungkin, sebaiknya) Kata kerja operasional (menghasilkan, menunjukkan, mengurangi)


Contoh dari naskah:


Gaya biasa (awal):

“Model Yobelas yang peneliti usulkan mengadopsi prinsip Tahun Yobel dalam bentuk pembebasan sisa hutang (PSH) secara proporsional di akhir periode pinjaman, tanpa harus menunggu 50 tahun.”


Gaya sains (diperbaiki):

“Model Obelas mengadopsi prinsip Tahun Yobel dengan memberikan Pembebasan Sisa Hutang (PSH) secara proporsional pada akhir periode pinjaman. Pemberian PSH tidak memerlukan masa tunggu hingga 50 tahun.”


Perubahan:

· Subjek “Model Obelas” diletakkan di awal.

· Satu kalimat dipecah menjadi dua.

· “Tanpa harus” dihilangkan, diganti “tidak memerlukan” (lebih tegas).


πŸ“Œ 2. Pilihan Istilah: Konsisten dan Operasional


Gaya Biasa Gaya Sains Contoh dalam naskah

“bisa jadi”, “mungkin” “berpotensi”, “cenderung” “bank berpotensi menolak” (bukan “bank mungkin tidak mau”)

“agar”, “supaya” “untuk”, “sehingga” “PSH diberikan untuk mengurangi risiko NPL”

“hal ini”, “tersebut” diulang kata kunci atau gunakan “ini” di awal kalimat “Keuntungan bank mencapai 24%. Angka ini lebih tinggi dari margin rata-rata.”

“banyak”, “sedikit” kuantitatif: “0,5%”, “16,20%” Sudah baik jika pakai angka.


Contoh perbaikan:


Gaya biasa:

“Hal ini menyebabkan perbankan menerapkan credit crunch yang menghambat ekspansi usaha petani sawit plasma, koperasi energi, dan UMKM pangan.”


Gaya sains:

“Kondisi ini mendorong perbankan menerapkan credit crunch. Akibatnya, ekspansi usaha petani sawit plasma, koperasi energi, dan UMKM pangan terhambat.”


Perubahan:

· “Hal ini” diganti “Kondisi ini” (lebih spesifik).

· Dipecah menjadi dua kalimat.

· “menyebabkan” → “mendorong” (lebih tepat).


πŸ“Œ 3. Pemakaian Istilah Asing dan Singkatan


Aturan Gaya Biasa Gaya Sains Contoh

Istilah asing Ditulis miring hanya pertama kali Ditulis miring saat pertama kali, selanjutnya tidak miring “credit crunch” lalu “credit crunch”

Singkatan Didefinisikan setelah lengkap Didefinisikan di awal, lalu konsisten “Pembebasan Sisa Hutang (PSH)” → selanjutnya “PSH”

Nama model Bisa ditulis dengan variasi Satu nama konsisten “Obelas”, bukan “Yobelas” atau “Model TY”


Periksa naskah:

· Apakah “Obelas” sudah konsisten? (sebelumnya ada “Yobelas”, “Yobela”, “Model TY”)

· Apakah “credit crunch” ditulis miring hanya pertama kali?

· Apakah “PSH” setelah didefinisikan langsung dipakai tanpa “Pembebasan Sisa Hutang (PSH)” lagi?


πŸ“Œ 4. Kejelasan Hubungan Sebab-Akibat


Gaya Biasa Gaya Sains

“Karena A, maka B” (kadang berlebihan) “A menyebabkan B” atau “B disebabkan oleh A” (lebih langsung)

Menggunakan “sebab”, “karena itu” Gunakan “oleh karena itu”, “dengan demikian” di awal kalimat


Contoh:


Gaya biasa:

“Tingginya NPL ini menyebabkan perbankan menerapkan credit crunch, sehingga hilirisasi komoditas terhambat.”


Gaya sains:

“Tingginya NPL mendorong perbankan menerapkan credit crunch. Akibatnya, hilirisasi komoditas terhambat.”


πŸ“Œ 5. Penggunaan Kata Kerja Pasif dan Aktif


Gaya Biasa Gaya Sains (lebih disukai aktif)

Pasif: “PSH diberikan oleh bank kepada debitur” Aktif: “Bank memberikan PSH kepada debitur”

Pasif: “Suku bunga ditentukan oleh kebijakan bank” Aktif: “Kebijakan bank menentukan suku bunga”


Catatan: Dalam laporan penelitian, kadang pasif digunakan untuk menekankan objek. Namun untuk naskah kebijakan seperti ini, aktif lebih kuat dan mudah dipahami.


πŸ“Œ 6. Konsistensi Istilah dan Gaya Sepanjang Naskah


Aspek Gaya Biasa Gaya Sains

Ejaan campuran (misal “kota”, “perkotaan”) konsisten sesuai KBBI

Angka “5,88%” vs “lima koma delapan puluh delapan persen” selalu gunakan angka desimal dengan notasi baku “5,88%”

Tabel judul di atas atau di bawah Judul tabel di atas tabel (sesuai petunjuk lomba)

Referensi “[1]”, “(Wulandari, 2013)” gunakan APA 6th: (Wulandari, 2013) di dalam teks, daftar pustaka sesuai urutan alfabet


Contoh Penerapan pada Paragraf Naskah Obelas


Sebelum (gaya biasa):

“Karena suku bunga flat tidak adaptif terhadap penurunan kondisi usaha debitur, maka banyak debitur yang akhirnya macet. Hal ini tentu saja merugikan bank. Oleh karena itu, kami mengusulkan sistem Obelas yang bisa menjadi solusi.”


Sesudah (gaya sains):

“Suku bunga flat tidak adaptif terhadap penurunan kondisi usaha debitur. Kondisi ini meningkatkan risiko kredit macet (NPL) dan merugikan bank. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan Sistem Obelas.”


Perubahan:

· “karena… maka” dihilangkan.

· “banyak debitur” diganti “risiko kredit macet” (lebih spesifik).

· “kami” diganti “penelitian ini” (lebih formal).

· “bisa menjadi solusi” diganti “untuk mengatasi masalah tersebut” (lebih tegas).


πŸ“Œ Kesimpulan untuk Naskah Obelas


No Yang Harus Diperbaiki Contoh Tindakan

1 Nama model konsisten: Obelas Ganti semua “Yobelas”, “Yobela”, “Model TY” menjadi “Obelas”

2 Kalimat terlalu panjang Pecah menjadi 2–3 kalimat pendek

3 Subjek tidak jelas Mulai kalimat dengan “Model Obelas”, “Bank”, “Debitur”, “Data”

4 Kata kerja pasif berlebihan Ubah ke aktif: “Bank memberikan” bukan “PSH diberikan oleh bank”

5 Istilah asing miring hanya pertama kali “credit crunch” → setelah itu “credit crunch”

6 Angka desimal konsisten 4,06% (bukan 4.06% atau 4,06 persen)


Dengan menerapkan gaya sains ini, naskah Obelas akan terlihat lebih profesional, mudah dinilai juri, dan sesuai standar lomba SEF 2026.


Naskah: Sistem Obelas



Comments

Popular posts from this blog

Gambar Skema System AlgaCORE

Produk Plastik Kayu (WPC)

Campuran antara Amonia ( NH3) dan Hidrogen (H2)