SCOPUS ID

 ID SCOPUS


Scopus ID adalah nomor identifikasi unik 11 digit yang diberikan secara otomatis oleh basis data Scopus kepada penulis yang memiliki setidaknya satu atau dua publikasi terindeks. ID ini berfungsi mengelompokkan semua karya ilmiah, metrik sitasi, dan h-index seorang peneliti dalam satu profil.   

Detail Penting Mengenai Scopus ID:
  • Terisolasi Otomatis:
     ID ini dibuat otomatis oleh algoritma Scopus, tidak perlu didaftar manual, dan muncul setelah publikasi terindeks
    .
  • Fungsi Utama:  Digunakan untuk membedakan penulis dengan nama serupa, melacak rekam jejak publikasi, dan terhubung dengan ORCID.
  • Keperluan Akademik:  Sangat penting bagi dosen/peneliti di Indonesia untuk keperluan kenaikan jabatan fungsional, pengajuan hibah, dan sinkronisasi dengan Portal Sinta.
  • Cara Cek:  Dapat ditemukan melalui fitur " Author Search " di halaman resmi Scopus dengan memasukkan nama dan afiliasi.
Jika Anda belum pernah menerbitkan karya di jurnal terindeks Scopus, Anda tidak akan memiliki Scopus ID.

ID Scopus ( ID Penulis Scopusdiperoleh secara otomatis setelah Anda memublikasikan minimal satu atau dua artikel di jurnal yang terindeks oleh Scopus, bukan dengan mendaftar. Sistem Scopus akan membuat profil Anda berdasarkan nama, afiliasi, dan publikasi Anda. Untuk menemukan ID Anda, gunakan fitur "Author Search" di situs Scopus, cari nama Anda, dan ID tersebut berupa deretan angka unik di URL profil Anda.
Berikut adalah langkah-langkah detail untuk mencari atau menemukan ID Scopus Anda:
1. Cara Menemukan ID Scopus (Jika Sudah Terbit)
  • Kunjungi Situs:  Buka www.scopus.com .
  • Pilih Pencarian Penulis:  Klik opsi "Pencarian Penulis" pada halaman utama.
  • Masukkan Data:  Isi nama belakang ( nama belakang ) dan nama depan ( nama depan ). Anda juga bisa menambahkan afiliasi (institusi) untuk akurasi.
  • Cari Profil:  Klik tombol "Search" (kaca pembesar).
  • Temukan ID:  Klik nama Anda yang muncul. URL di browser akan berubah, dan ID Scopus adalah angka yang tertera setelah  authorId=.
    • Contoh URL: .../authorId=1234567890 . Maka  1234567890 adalah ID Scopus Anda.
2. Tips Mendapatkan ID Scopus
  • Wajib Publikasi:  Anda harus memiliki setidaknya 1-2 karya ilmiah (jurnal/prosiding) yang terindeks Scopus.
  • Konsistensi Nama:  Gunakan nama, ejaan, dan afiliasi yang konsisten dalam setiap publikasi agar profil tidak terpecah (split).
  • Waktu Pemrosesan:  Setelah artikel terbit, biasanya membutuhkan waktu 2-8 minggu agar profil Scopus terbentuk atau diperbarui.
  • Verifikasi Email:  Saat mendaftar akun di Scopus, gunakan institusi email untuk meningkatkan kredibilitas dan memudahkan verifikasi.
3. Apa yang Dilakukan Jika ID Belum Ada?
Jika Anda sudah menerbitkan artikel tetapi tidak memiliki ID, Anda dapat menggunakan fitur  "Request author detail Corrections"  di Scopus untuk menyatukan profil atau meminta pembuatan profil baru jika publikasi belum terindeks.

Cara Menerbitkan Artikel
Publikasi jurnal Scopus memerlukan manuskrip berkualitas tinggi dengan kebaruan ( novelty ) yang kuat, penyesuaian format/template jurnal tujuan, dan pengecekan plagiarisme (<15-20%). Prosesnya meliputi: mencari jurnal terindeks (Q1-Q4) melalui ScimagoJR , submit via Online Journal System (OJS), menjalani peer review , revisi, dan pembayaran Article Processing Charge (APC) jika ada      .
Tahapan Publikasi Jurnal Scopus:
  1. Persiapan Naskah (Manuskrip):
    • Pastikan penelitian asli dengan kebaruan yang jelas ( novelty ).
    • Tulis dalam bahasa Inggris akademik yang baik.
    • Gunakan referensi dari jurnal bereputasi (minimal 20 referensi).
    • Periksa tingkat plagiarisme dengan Turnitin (usahakan di bawah 15%).  
  2. Pemilihan Jurnal Target (Scopus):
    • Cari jurnal yang sesuai bidang ilmu ( tujuan dan ruang lingkup ) melalui Scopus Sources atau Scimago Journal & Country Rank (SJR) .   
    • Pastikan jurnal masih terindeks aktif ( tidak dihentikan ).
    • Periksa biaya publikasi (APC) di situs web resmi jurnal.
  3. Templat Penyesuaian:
    • Unduh panduan penulis ( Author Guidelines ) dan template dari jurnal tujuan.
    • Sesuaikan format artikel (struktur, sitasi, referensi) dengan aturan.
  4. Pengiriman (Pengiriman Artikel):
    • Registrasi akun di Editorial Manager , ScholarOne , atau OJS jurnal tersebut.  
    • Unggah artikel beserta dokumen pendukung: Surat Pengantar , Benturan Kepentingan , dan Pernyataan Etika .   
  5. Proses Review dan Revisi:
    • Artikel akan melalui peer review oleh ahli.  
    • Tanggapi catatan reviewer dengan cepat, sopan, dan rinci dalam dokumen Response to Reviewer .   
  6. Penerimaan dan Publikasi:
    • Setelah diterima ( diterima ), lakukan pembayaran APC (jika jurnal open access ). 
    • Proses copyediting dan proofreading sebelum terbit resmi.    
Tips Cepat Publikasi:
  • Hindari jurnal predator dengan memeriksa Scopus Discontinued Sources . 
  • Gunakan jasa proofreading profesional untuk bahasa Inggris.  
  • Cari jurnal yang memiliki waktu terbit cepat ( rapid publishing ).

Publikasi jurnal Scopus
Publikasi jurnal Scopus memerlukan manuskrip berkualitas tinggi dengan kebaruan ( novelty ) yang kuat, penyesuaian format/template jurnal tujuan, dan pengecekan plagiarisme (<15-20%). Prosesnya meliputi: mencari jurnal terindeks (Q1-Q4) melalui ScimagoJR , submit via Online Journal System (OJS), menjalani peer review , revisi, dan pembayaran Article Processing Charge (APC) jika ada      .
Tahapan Publikasi Jurnal Scopus:
  1. Persiapan Naskah (Manuskrip):
    • Pastikan penelitian asli dengan kebaruan yang jelas ( novelty ).
    • Tulis dalam bahasa Inggris akademik yang baik.
    • Gunakan referensi dari jurnal bereputasi (minimal 20 referensi).
    • Periksa tingkat plagiarisme dengan Turnitin (usahakan di bawah 15%).  
  2. Pemilihan Jurnal Target (Scopus):
    • Cari jurnal yang sesuai bidang ilmu ( tujuan dan ruang lingkup ) melalui Scopus Sources atau Scimago Journal & Country Rank (SJR) .   
    • Pastikan jurnal masih terindeks aktif ( tidak dihentikan ).
    • Periksa biaya publikasi (APC) di situs web resmi jurnal.
  3. Templat Penyesuaian:
    • Unduh panduan penulis ( Author Guidelines ) dan template dari jurnal tujuan.
    • Sesuaikan format artikel (struktur, sitasi, referensi) dengan aturan.
  4. Pengiriman (Pengiriman Artikel):
    • Registrasi akun di Editorial Manager , ScholarOne , atau OJS jurnal tersebut.  
    • Unggah artikel beserta dokumen pendukung: Surat Pengantar , Benturan Kepentingan , dan Pernyataan Etika .   
  5. Proses Review dan Revisi:
    • Artikel akan melalui peer review oleh ahli.  
    • Tanggapi catatan reviewer dengan cepat, sopan, dan rinci dalam dokumen Response to Reviewer .   
  6. Penerimaan dan Publikasi:
    • Setelah diterima ( diterima ), lakukan pembayaran APC (jika jurnal open access ). 
    • Proses copyediting dan proofreading sebelum terbit resmi.    
Tips Cepat Publikasi:
  • Hindari jurnal predator dengan memeriksa Scopus Discontinued Sources . 
  • Gunakan jasa proofreading profesional untuk bahasa Inggris.  
  • Cari jurnal yang memiliki waktu terbit cepat ( rapid publishing ).

Comments

Popular posts from this blog

Gambar Skema System AlgaCORE

AlgaCore

Produk Plastik Kayu (WPC)