Sinta dan Jurnal Bereputasi Scopus

 

Sinta dan Jurnal Bereputasi Scopus:


Bantu saya mau kamu menjelaskan tentang Sinta dan Scopus , jelaskan secara mendetail.

Ringkasan singkat

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeks penelitian nasional Indonesia yang mengukur performa peneliti, institusi, dan jurnal. Scopus adalah basis data internasional (Elsevier) untuk abstrak dan sitasi yang menilai dan mengindeks jurnal, prosiding, buku, dsb. Keduanya sering dipakai bersama: SINTA memetakan capaian nasional (dan mencantumkan apakah jurnal terindeks di Scopus), sedangkan Scopus menjadi salah satu tolok ukur internasional.


1) Apa itu SINTA — gambaran detail

  • Definisi & pengelola: SINTA adalah sistem informasi penelitian berbasis web yang dikembangkan/diterbitkan oleh Kementerian (Kemendikbudristek / terkait) untuk mengumpulkan data publikasi, sitasi, profil peneliti, dan akreditasi jurnal di Indonesia. Di SINTA Anda dapat melihat profil penulis, afiliasi, jurnal, serta metrik seperti H-index, jumlah sitasi, dan indikator lain.
  • Fungsi utama: menilai kinerja penelitian/institusi, memberi benchmark, mempermudah identifikasi kekuatan riset institusi, dan menjadi rujukan akreditasi jurnal nasional. SINTA juga menyediakan layanan tambahan (mis. SINTA Insight) untuk analitik.

2) Tingkatan & akreditasi jurnal di SINTA

  • Skala peringkat SINTA: jurnal-jurnal nasional diklasifikasikan dalam tingkatan (S1 sampai S6), di mana S1 adalah peringkat tertinggi dan S6 terendah — penentuan peringkat ini mengikuti mekanisme akreditasi jurnal nasional. Prosedur akreditasi dan kriteria teknis dijabarkan oleh peraturan menteri terkait (mis. Permen tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah).
  • Makna praktis: jurnal dengan peringkat lebih tinggi (S1/S2) biasanya mendapat bobot lebih besar untuk keperluan kenaikan jabatan/angka kredit dosen dan insentif institusi; SINTA juga menampilkan metadata bila jurnal tersebut juga terindeks di basis internasional (mis. Scopus).

3) Apa itu Scopus — gambaran detail

  • Definisi & pengelola: Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik Elsevier yang mengumpulkan literatur peer-review (jurnal, prosiding, buku, dsb.) dari seluruh dunia. Scopus menawarkan metrik jurnal (CiteScore, SJR, SNIP), metrik penulis (h-index), dan alat analitik.
  • Mengapa penting: terindeks di Scopus meningkatkan visibilitas internasional, memudahkan sitasi, dan sering dipakai oleh institusi/pemberi dana sebagai indikator mutu publikasi. Namun perlu diingat: terindeks ≠ jaminan sempurna; Scopus melakukan curation dan juga melakukan re-evaluasi/delist jika perlu.

4) Bagaimana jurnal dipilih untuk Scopus (proses & kriteria utama)

  • Organ pengulas: pemilihan dibantu oleh Scopus Content Selection & Advisory Board (CSAB) — panel internasional ahli subjek yang menilai usulan judul.
  • Kelompok kriteria (ringkasan): penilaian Scopus biasanya mengelompokkan kriteria ke dalam kategori seperti Journal Policy (editorial policy, peer review, editorial board), Content Quality (kontribusi ilmiah, kejelasan abstrak), Journal Standing / Citedness, Regularity (ketepatan terbit), dan Online Availability (akses, metadata, ISSN, DOI, dsb.). Dokumen resmi Scopus/FAQ menjabarkan ini lebih rinci.

5) Perbedaan praktis SINTA vs Scopus (inti)

  • Ruang lingkup: SINTA = fokus nasional (Indonesia); Scopus = cakupan global.
  • Siapa yang mengelola: SINTA oleh lembaga pemerintah/kemendikbud-tingkat; Scopus oleh penerbit komersial Elsevier dengan advisory board independen.
  • Tujuan penggunaan: SINTA dominan dipakai untuk akreditasi jurnal nasional, pelaporan kinerja peneliti/institusi di Indonesia, dan penilaian angka kredit; Scopus dipakai untuk indeksasi internasional, metrik jurnal internasional (CiteScore/SJR/SNIP) dan cross-disciplinary analytics.

6) Cara cepat memeriksa status indeksasi jurnal

  • Cek di SINTA: masuk ke situs SINTA dan cari nama jurnal / ISSN — SINTA menampilkan akreditasi (S1–S6) dan metadata lain termasuk keterangan “Scopus Indexed” bila ada. (fitur: Check Quartile Scopus / halaman jurnal).
  • Cek di Scopus: gunakan halaman Scopus Sources (pencarian judul/ISSN) atau Scopus Preview/Sources untuk melihat apakah jurnal terdaftar dan metriknya (CiteScore, SJR, SNIP, quartile). Elsevier menyediakan daftar judul yang dapat dicari publik.

7) Tips praktis untuk penulis & pengelola jurnal

Untuk penulis:

  • Prioritaskan jurnal yang relevan dengan bidang Anda dan perhatikan kualitas peer-review serta visibilitas (indexing).
  • Untuk kebutuhan kenaikan jabatan di Indonesia, perhatikan bobot SINTA/Scopus sesuai ketentuan PAK (Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit).

Untuk pengelola jurnal:

  • Pastikan ISSN terdaftar, punya kebijakan peer-review yang jelas, editorial board dengan keanggotaan internasional, abstrak berbahasa Inggris, DOI untuk artikel (CrossRef), kebijakan etika dan arsip digital. Ini juga selaras dengan kriteria penilaian Scopus.

8) Catatan penting & kewaspadaan

  • Indeksasi bukan jaminan mutu absolut. Ada kasus jurnal yang sempat terindeks lalu di-delist karena masalah performa/etika. Scopus melakukan re-evaluasi berkala. SINTA pun mengupdate akreditasi sesuai peraturan. Jadi gunakan kombinasi metrik (kualitas isi, peer review, editorial) — bukan hanya label indeks.
  • Peraturan lokal berubah. Ketentuan angka kredit, bobot untuk SINTA/Scopus, dan pedoman akreditasi bisa diperbarui oleh Kemendikbudristek/BRIN — selalu cek dokumen resmi saat membuat keputusan karier atau kebijakan jurnal.

Kalau Anda mau, saya bisa cek status SINTA dan/atau Scopus untuk jurnal tertentu sekarang — kirimkan nama jurnal atau ISSN yang mau dicek, saya periksa dan laporkan (peringkat SINTA, apakah terindeks Scopus, metrik Scopus/CiteScore jika tersedia).


Comments

Popular posts from this blog

Gambar Skema System AlgaCORE

AlgaCore

Produk Plastik Kayu (WPC)